Minggu, 01 Desember 2019

Relevansi Pendidikan

Penulis: Akbar Subakti Quiker, 28 Desember 2018

A.  Materi

            Relevansi berkenaan dengan rasio antara tamatan yang dihasilkan satuan pendidikan dengan yang diharapkan satuan pendidikan di atasnya atau institusi yang membutuhkan tenaga kerja, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Masalah relevansi terlihat dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu yang tidak siap secara kemampuan kognitif dan teknikal untuk melanjutkan ke satuan pendidikan di atasnya. Masalah relevansi juga dapat diketahui dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu, yaitu sekolah kejuruan dan pendidikan tinggi yang belum atau bahkan tidak siap untuk bekerja. Relevansi pendidikan adalah sejauh mana sistem pendidikan dapat menghasilkan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, yaitu masalah-masalah seperti yang digambarkan dalam rumusan tujuan pendidikan nasional.
Lulusan pendidikan diharapkan dapat mengisi semua sektor pembangunan yang beraneka ragam seperti sektor produksi maka relevansi pendidikan dianggap tinggi.Masalah relevansi pendidikan mencangkup sejauh mana sistem pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, yaitu masalah-masalah seperti yang di gambarkan dalam rumusan tujuan pendidikan nasional. Lulusan pendidikan diharapkan dapat mengisi semua sektor pembangunan yang beranekaragam seperti sektor produksi, sektor jasa, dan lain-lain. Baik dari segi jumlah maupun dari segi kualitas. Jika sistem pendidikan menghasilkan lulusan yang dapat mengisi semua sektor pembangunan baik yang saktual (yang tersedia) maupun yang potensial dengan memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh lapangan kerja, maka relevansi pendidikan dianggap tinggi.
Masalah ini berkenaan dengan rasio antara tamatan yang dihasilkan satuan pendidikan dengan yang diharapkan satuan pendidikan di atasnya atau institusi yang membutuhkan tenaga kerja, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif.
Masalah relevansi terlihat dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu yang tidak siap secara kemampuan kognitif dan teknikal untuk melanjutkan ke satuan pendidikan di atasnya. Masalah relevansi juga dapat diketahui dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu, yaitu sekolah kejuruan dan pendidikan tinggi yang belum atau bahkan tidak siap untuk bekerja.Faktor Penyebab Tidak Relevannya Pendidikan di Indonesia.
Adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini disebabkan Kurikulum yang materinya kurang fungsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja. Rendahnya mutu dan relevansi pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor  diantaranya: Proses pembelajaran yang belum mampu menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas proses pelaksanaan pendidikan baik serta nyaman untuk pelajar.Sarana dan prasarana dalam pendidikan.Kurikulum sekolah yang terstruktur dan sarat dengan beban menjadikan proses belajar menjadi kaku dan tidak menarik.Sistem yang berlaku pada saat sekarang ini juga tidak mampu membawa guru dan dosen untuk melakukan pembelajaran serta pengelolaan belajar menjadi lebih inovatif.
Tenaga pengajar yang kurang handal, bila dibandingkan dengan tenaga pengajar negara lain.Tenaga kependidikan sebagai figur utama proses pendidikan.Masalah pendidikan dan kualitas manajemen pendidikan.
Dampak dari Tidak Relevannya Pendidikan
Relevansi Pendidikan yaitu masalah yang berhubungan dengan relevansi (kesesuaian) pemilikan pengetahuan, keterampilan dan sikap lulusan suatu sekolah dengan kebutuhan masyarakat (kebutuhan tenaga kerja). Jika hal ini tidak terjadi maka hal inilah yang menimbulkan dampak yang di sebut dampak tidak relevannya pendidikan, yaitu: Bagi perusahaan-perusahaan yang masih harus mengeluarkan dana untuk pendidikan atau pelatihan bagi calon karyawannya, karena mereka dinilai belum memiliki keterampilan kerja seperti yang diharapkan.
Banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu yang tidak siap secara kemampuan kognitif dan teknikal untuk melanjutkan ke satuan pendidikan di atasnya.
Banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu, yaitu sekolah kejuruan dan pendidikan tinggi yang belum atau bahkan tidak siap untuk bekerja.Jumlah angka pengangguran yang semakin meningkat di Indonesia.Upaya Meningkatkan/Memperkuat Relevansi Pendidikan. Dalam rangka memperkuat akses pendidikan, beberapa tahun terakhir ini telah dilakukan berbagai upaya untuk terus meningkatkan partisipasi pendidikan sekaligus menurunkan kesenjangan taraf pendidikan antar kelompok masyarakat melalui, antara lain, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dengan memberikan perhatian lebih besar pada daerah tertinggal.Upaya lain untuk meningkatkan relevansi pendidikan adalah dengan cara mengetahui minat perserta didik, bakat perserta didik, serta cita-cita perserta didik, agar kita bisa membimbing mereka untuk pencapaian kedepannya.Menciptakan lapangan kerja baik untuk para pengangguran maupun lulusan-lulusan baru yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Membuka pelatihan-pelatihan baik pelatihan keterampilan maupun kursus bagi pengangguran agar mereka dapat melakukan kegiatan.
Bagi pemerintah sebaiknya menentukan kembali kurikulum berdasarkan kebutuhan manusia ketika akan memasuki dunia kerja. Memperluas dunia kerja dari berbagai aspek kehidupan yang menjadi kebutuhan manusia.Dapat di rinci penanggulangan relevansi pendidikan ini antara lain:Dapat menyediakan kesempatan pemerataan belajar artinya semua warga negara yang butuh pendidikan dapat ditampung dalam suatu satuan pendidikan.Dapat mencapai hasil yang bermutu artinya: perencanaan, pemrosesan pendidikan dapat mencapai hasil sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.Pelaksanaan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler dilakukan dengan penuh kesungguhan dan diperhitungkan dalam penentuan nilai akhir ataupun kelulusan.

B. Rangkuman.
Relevansi pendidikan
Relevansi adalah rasio antara jumlah lulusan yang dihasilkan suatu lembaga pendidikan dengan lembaga diatasnya seperti lapangan pekerjaan dan perguruan tinggi. Masalah relevansi adalah banyaknya jumlah lulusan satuan pendidikan yang tidak tau mau kemana apakah ia bekerja atau melanjutkan pendidikan. Relevansi pendidikan adalah bagaimana suatu pendidikan dapat mengatasi masalah-masalah yang di tujukan seperti yang ada di tujuan pendidikan nasional
            Pendidikan seharusnya dapat menghasilkan lulusan yang dapat meenuhi kriteria seorang untuk bekerja di salah satu lapangan pekejaan sehingga lulusan pendidikan tidak menganggur dengan seperti itu relevansi pendidikan dapat dikatakan tinggi. Masalah relevansi ini disebabkan oleh kurikulum yang maternya kurang fungsional terhadap keterampilan sehingga peserta didik hanya akan pandai dalam segi kognitif dan lemah dalam segi keterampilan yang menyebabkan ia belum siap untuk memasuki dunia kerja, hal itu semua akan berdamak pada penerimaan lowongan pekerjaan yang semakin menipis karena sebua perusahaan tidak mau merugi jika mereka merekrut seorang lulusan yang beum siap kerja karena jika merekrut orang itu akan menjadi beban karna harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendidiknya dulu sebelum ia dipekerjakan
            Karena relevasi pendidikan ini disebabkan oleh banyaknya lulusan yang belum siap untuk memasuki dunia kerja, dapat dirinci penanggulangan relevansi pendidikan ini antara lain pemerataan pendidikan agar tidak ada anak yang tidak mendapatkan pendidikan dan meningkatkan proses belajar mengajar agar dapat menghasilkan lulusan ang berkualitas dan siap memasuki dunia kerja
C. Kategori
berdasarkan permaslahan artikel di atas menurut saya artikel tersebut termasuk kategori relevansi pendidikan karena dalam artikel tersebut menejelaskan tentang lulusan satu pendidikan yang banyak akan tetapi tidak memenuhi kriteria di satuan pendidikan di atasnya atau dunia kerja yang termasuk kedalam relevansi pendidikan
D. Komentar
            Relevansi pendidikan disebabkan oleh lulusan satuan pendidikan yang kurang dalam hal keterampilan dan  pengetahuan, hal ini mungkin bisa disebabkan oleh beberapa factor yaitu, factor individu itu sendiri yang tidak mau mengasah kemampuanya baik dari segi pengetahuan (kognitif) maupun keteramplan (psikomotorik) karena dalam dunia kerja kemampuan soft skill akan sangat diperluka karena lebih mengedepankan keterampilan. Dan factor pendidikan sendiri yang kurang mampu mengasah peserta didik untuk dapat terjun kedunia masyarakat
Jika lulusan tersebut tidak memenuhi kriteria dari persyaratan yang diperlukan untuk dunia kerja hal tersebut akan menyebabkan relevansi pendidikan karna tidak sesuainya lulusan satuan pendidikan dengan kebutuhan yang ada dimasyarakat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar