Penulis: Akbar Subakti Quiker, 28 Desember 2018
A. Materi
Relevansi berkenaan dengan rasio antara tamatan yang dihasilkan satuan pendidikan dengan yang diharapkan satuan pendidikan di atasnya atau institusi yang membutuhkan tenaga kerja, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Masalah relevansi terlihat dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu yang tidak siap secara kemampuan kognitif dan teknikal untuk melanjutkan ke satuan pendidikan di atasnya. Masalah relevansi juga dapat diketahui dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu, yaitu sekolah kejuruan dan pendidikan tinggi yang belum atau bahkan tidak siap untuk bekerja. Relevansi pendidikan adalah sejauh mana sistem pendidikan dapat menghasilkan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, yaitu masalah-masalah seperti yang digambarkan dalam rumusan tujuan pendidikan nasional.
Relevansi berkenaan dengan rasio antara tamatan yang dihasilkan satuan pendidikan dengan yang diharapkan satuan pendidikan di atasnya atau institusi yang membutuhkan tenaga kerja, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Masalah relevansi terlihat dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu yang tidak siap secara kemampuan kognitif dan teknikal untuk melanjutkan ke satuan pendidikan di atasnya. Masalah relevansi juga dapat diketahui dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu, yaitu sekolah kejuruan dan pendidikan tinggi yang belum atau bahkan tidak siap untuk bekerja. Relevansi pendidikan adalah sejauh mana sistem pendidikan dapat menghasilkan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, yaitu masalah-masalah seperti yang digambarkan dalam rumusan tujuan pendidikan nasional.
Lulusan pendidikan diharapkan dapat
mengisi semua sektor pembangunan yang beraneka ragam seperti sektor produksi
maka relevansi pendidikan dianggap tinggi.Masalah relevansi pendidikan
mencangkup sejauh mana sistem pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang sesuai
dengan kebutuhan pembangunan, yaitu masalah-masalah seperti yang di gambarkan
dalam rumusan tujuan pendidikan nasional. Lulusan pendidikan diharapkan dapat
mengisi semua sektor pembangunan yang beranekaragam seperti sektor produksi,
sektor jasa, dan lain-lain. Baik dari segi jumlah maupun dari segi kualitas.
Jika sistem pendidikan menghasilkan lulusan yang dapat mengisi semua sektor
pembangunan baik yang saktual (yang tersedia) maupun yang potensial dengan
memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh lapangan kerja, maka relevansi
pendidikan dianggap tinggi.
Masalah ini berkenaan dengan rasio antara tamatan yang
dihasilkan satuan pendidikan dengan yang diharapkan satuan pendidikan di
atasnya atau institusi yang membutuhkan tenaga kerja, baik secara kuantitatif
maupun secara kualitatif.
Masalah relevansi terlihat dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu yang tidak siap secara kemampuan kognitif dan teknikal untuk melanjutkan ke satuan pendidikan di atasnya. Masalah relevansi juga dapat diketahui dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu, yaitu sekolah kejuruan dan pendidikan tinggi yang belum atau bahkan tidak siap untuk bekerja.Faktor Penyebab Tidak Relevannya Pendidikan di Indonesia.
Masalah relevansi terlihat dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu yang tidak siap secara kemampuan kognitif dan teknikal untuk melanjutkan ke satuan pendidikan di atasnya. Masalah relevansi juga dapat diketahui dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu, yaitu sekolah kejuruan dan pendidikan tinggi yang belum atau bahkan tidak siap untuk bekerja.Faktor Penyebab Tidak Relevannya Pendidikan di Indonesia.
Adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan
dunia kerja ini disebabkan Kurikulum yang materinya kurang fungsional terhadap
keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja.
Rendahnya mutu dan relevansi pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya: Proses pembelajaran yang belum mampu menciptakan proses
pembelajaran yang berkualitas proses pelaksanaan pendidikan baik serta nyaman
untuk pelajar.Sarana dan prasarana dalam pendidikan.Kurikulum sekolah yang
terstruktur dan sarat dengan beban menjadikan proses belajar menjadi kaku dan
tidak menarik.Sistem yang berlaku pada saat sekarang ini juga tidak mampu
membawa guru dan dosen untuk melakukan pembelajaran serta pengelolaan belajar
menjadi lebih inovatif.
Tenaga pengajar yang kurang handal, bila dibandingkan dengan tenaga pengajar negara lain.Tenaga kependidikan sebagai figur utama proses pendidikan.Masalah pendidikan dan kualitas manajemen pendidikan.
Dampak dari Tidak Relevannya Pendidikan
Tenaga pengajar yang kurang handal, bila dibandingkan dengan tenaga pengajar negara lain.Tenaga kependidikan sebagai figur utama proses pendidikan.Masalah pendidikan dan kualitas manajemen pendidikan.
Dampak dari Tidak Relevannya Pendidikan
Relevansi Pendidikan yaitu masalah yang berhubungan dengan
relevansi (kesesuaian) pemilikan pengetahuan, keterampilan dan sikap lulusan
suatu sekolah dengan kebutuhan masyarakat (kebutuhan tenaga kerja). Jika hal
ini tidak terjadi maka hal inilah yang menimbulkan dampak yang di sebut dampak
tidak relevannya pendidikan, yaitu: Bagi perusahaan-perusahaan yang masih harus
mengeluarkan dana untuk pendidikan atau pelatihan bagi calon karyawannya,
karena mereka dinilai belum memiliki keterampilan kerja seperti yang diharapkan.
Banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu yang tidak siap secara kemampuan kognitif dan teknikal untuk melanjutkan ke satuan pendidikan di atasnya.
Banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu yang tidak siap secara kemampuan kognitif dan teknikal untuk melanjutkan ke satuan pendidikan di atasnya.
Banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu, yaitu
sekolah kejuruan dan pendidikan tinggi yang belum atau bahkan tidak siap untuk
bekerja.Jumlah angka pengangguran yang semakin meningkat di Indonesia.Upaya
Meningkatkan/Memperkuat Relevansi Pendidikan. Dalam rangka memperkuat akses
pendidikan, beberapa tahun terakhir ini telah dilakukan berbagai upaya untuk
terus meningkatkan partisipasi pendidikan sekaligus menurunkan kesenjangan
taraf pendidikan antar kelompok masyarakat melalui, antara lain, penyediaan
sarana dan prasarana pendidikan dengan memberikan perhatian lebih besar pada
daerah tertinggal.Upaya lain untuk meningkatkan relevansi pendidikan adalah
dengan cara mengetahui minat perserta didik, bakat perserta didik, serta
cita-cita perserta didik, agar kita bisa membimbing mereka untuk pencapaian
kedepannya.Menciptakan lapangan kerja baik untuk para pengangguran maupun
lulusan-lulusan baru yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Membuka
pelatihan-pelatihan baik pelatihan keterampilan maupun kursus bagi pengangguran
agar mereka dapat melakukan kegiatan.
Bagi pemerintah sebaiknya menentukan kembali kurikulum
berdasarkan kebutuhan manusia ketika akan memasuki dunia kerja. Memperluas
dunia kerja dari berbagai aspek kehidupan yang menjadi kebutuhan manusia.Dapat
di rinci penanggulangan relevansi pendidikan ini antara lain:Dapat menyediakan
kesempatan pemerataan belajar artinya semua warga negara yang butuh pendidikan
dapat ditampung dalam suatu satuan pendidikan.Dapat mencapai hasil yang bermutu
artinya: perencanaan, pemrosesan pendidikan dapat mencapai hasil sesuai dengan
tujuan yang telah dirumuskan.Pelaksanaan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler
dilakukan dengan penuh kesungguhan dan diperhitungkan dalam penentuan nilai
akhir ataupun kelulusan.
B. Rangkuman.
Relevansi pendidikan
Relevansi adalah rasio antara jumlah lulusan yang dihasilkan
suatu lembaga pendidikan dengan lembaga diatasnya seperti lapangan pekerjaan
dan perguruan tinggi. Masalah relevansi adalah banyaknya jumlah lulusan satuan
pendidikan yang tidak tau mau kemana apakah ia bekerja atau melanjutkan
pendidikan. Relevansi pendidikan adalah bagaimana suatu pendidikan dapat
mengatasi masalah-masalah yang di tujukan seperti yang ada di tujuan pendidikan
nasional
Pendidikan seharusnya dapat
menghasilkan lulusan yang dapat meenuhi kriteria seorang untuk bekerja di salah
satu lapangan pekejaan sehingga lulusan pendidikan tidak menganggur dengan
seperti itu relevansi pendidikan dapat dikatakan tinggi. Masalah relevansi ini
disebabkan oleh kurikulum yang maternya kurang fungsional terhadap keterampilan
sehingga peserta didik hanya akan pandai dalam segi kognitif dan lemah dalam
segi keterampilan yang menyebabkan ia belum siap untuk memasuki dunia kerja,
hal itu semua akan berdamak pada penerimaan lowongan pekerjaan yang semakin
menipis karena sebua perusahaan tidak mau merugi jika mereka merekrut seorang
lulusan yang beum siap kerja karena jika merekrut orang itu akan menjadi beban
karna harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendidiknya dulu sebelum ia
dipekerjakan
Karena relevasi pendidikan ini
disebabkan oleh banyaknya lulusan yang belum siap untuk memasuki dunia kerja,
dapat dirinci penanggulangan relevansi pendidikan ini antara lain pemerataan
pendidikan agar tidak ada anak yang tidak mendapatkan pendidikan dan
meningkatkan proses belajar mengajar agar dapat menghasilkan lulusan ang
berkualitas dan siap memasuki dunia kerja
C. Kategori
berdasarkan permaslahan artikel di atas menurut saya artikel
tersebut termasuk kategori relevansi pendidikan karena dalam artikel tersebut
menejelaskan tentang lulusan satu pendidikan yang banyak akan tetapi tidak
memenuhi kriteria di satuan pendidikan di atasnya atau dunia kerja yang
termasuk kedalam relevansi pendidikan
D. Komentar
Relevansi pendidikan disebabkan oleh
lulusan satuan pendidikan yang kurang dalam hal keterampilan dan pengetahuan, hal ini mungkin bisa disebabkan
oleh beberapa factor yaitu, factor individu itu sendiri yang tidak mau mengasah
kemampuanya baik dari segi pengetahuan (kognitif) maupun keteramplan
(psikomotorik) karena dalam dunia kerja kemampuan soft skill akan sangat
diperluka karena lebih mengedepankan keterampilan. Dan factor pendidikan
sendiri yang kurang mampu mengasah peserta didik untuk dapat terjun kedunia
masyarakat
Jika lulusan tersebut tidak memenuhi kriteria dari
persyaratan yang diperlukan untuk dunia kerja hal tersebut akan menyebabkan
relevansi pendidikan karna tidak sesuainya lulusan satuan pendidikan dengan kebutuhan
yang ada dimasyarakat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar