Minggu, 01 Desember 2019

Rendahnya Minat Baca Generasi Muda di Era Milenial


Penulis: Subhan Riyadi, 5 November 2017
A.  Materi
Saya sadari betapa rendahnya minat baca di kalangan generasi 
muda di era milenium ini, terbukti dari banyaknya sindrome bermain game baik offline maupun online. Pesatnya perkembangan dunia teknologi dengan segala fitur-fiturnya "memanjakan" anak-anak muda membuka sosial media ketimbang membaca buku. Akibatnya nasib buku-buku di perpustakaan tak ubahnya susunan debu sebagai sarang hantu. Membaca adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan. Betul, pesatnya teknologi mengandung kadar informasi. Tageline "satu kali klik, seakan-akan mengelilingi dunia" tepat tersemat dijarjari masa kini.
Banyak orang mengatakan bahwa buku jendela dunia. Mengapa demikian? Karena dengan membaca buku dapat membuka wawasan yang sangat membantu menghargai hasil karya orang lain. Namun sangat disayangkan, pada zaman sekarang ini, jarang kita temukan generasi muda yang gemar membaca. Kebanyakan dari mereka disibukkan berswa foto, lebih memilih bermain games, tak jarang terlihat tertawa sendiri layaknya "orang gila", atau jalan-jalan bersama pacar keluar rumah. Dari sekian pesatnya perubahan konvensional bermigrasi ke sistem online, masih ada juga sebagian dari anak muda yang menanamkan sikap gemar membaca buku.
Namun pada kenyataannya, minat baca remaja sekarang ini sangatlah rendah. Padahal, banyak manfaat yang dapat diperoleh dari membaca. Banyak faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca remaja. Salah satunya adalah karena semakin berkembangnya teknologi. Secara umum, terdapat dua faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya minat baca siswa yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam dirinya sendiri, seperti pembawaan, kebiasaan dan ekspresi diri. Sementara faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar diri siswa atau faktor lingkungan, baik dari lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Faktor eksternal ini mempengaruhi adanya motivasi, kemauan, dan kecenderungan untuk selalu membaca. Selain dari faktor tersebut, masih ada faktor yang mempengaruhi menurunnya minat baca, yaitu: Teknologi Informasi.
Serbuan media hiburan seperti Televisi, komputer, gawai pintar dan orang lebih condong memilih menikmati hiburan dibandingkan dengan membaca buku. Mereka dirundung "kutu buku"dan malu menyandang gelar itu.
Jika masing-masing individu menanamkan rasa kesadaran akan pentingnya membaca, tentu saja ketersediaan buku berkualitas secara otomatis akan menggiring generasi era milenia hobi membaca buku menjadi kebutuhan.
Manfaat Membaca:
1.    Memperluas ilmu pengetahuan
2.    Dengan membaca kita dapat menambah wawasan.
3.    Dapat meningkatkan prestasi.
4.    Gemar membaca, dapat membantu program pemerintah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
5.    Dengan membaca generasi era milenium akan memperoleh pengetahuan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
6.    Dengan membaca akan menghindari diri dari kebodohan.
7.    Meningkatkan minat generasi muda terhadap suatu bidang.
8.    Dengan membaca generasi muda dapat mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar maupun di seluruh dunia yang mungkin berhubungan ilmu pengetahuan, sehingga dapat menerapkan dengan kehidupan nyata.
9.    Dengan membaca generasi muda dapat menambah informasi bagi diri sendiri, meningkatkan pengetahuan serta menambah ide. Jadi jelas pengaruh bacaan sangat besar terhadap peningkatan cara berfikir pemustakanya.
Hal terpenting yang harus dilakukan oleh Generasi era millenium ini adalah menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya membaca. Karena hal ini akan dapat membawa manfaat yang sangat besar, terutama bagi pembaca/pemustaka itu sendiri. Teknologi informasi boleh beranak pinak menggerogoti buku-buku di muka bumi, akan tetapi minat membaca jangan sampai musnah. Karena membaca akan memberikan dampak positif bagi pengarang atau penulis dan meningkatkan roda perekonomian secara merata. Dorongan dari berbagai pihak untuk meningkatkan minat baca sangatlah dibutuhkan, terutama dari pihak keluarga. Instansi pemerintah/non pemerintah, LSM Pegiat Literasi dan tempatnya menimba ilmu.
B. Rangkuman
Pesatnya perkembangan dunia teknologi yang membuat anak muda pada zaman sekarang malas untuk membaca buku, mereka lebih senang untuk bermain gadget. Padahal semakin banyak kita membaca semakin banyak pula informasi yang dapat kita dapatkan karena buku adalah jendela dunia. Secara umum ada beberapa factor yang mempengaruhi tinggi rendahnya minat baca siswa yaitu factor internal yaitu factor diri sendiri dan factor eksternal yaitu lingkungan baik dari lingkungan keluarga mauun sekolah, factor eksternal ini mempengaruhi motivasi, kemauan, dan kecenderungan untuk selalu membaca
            Jika banyak dari kalangan anak muda yang gemar membaca tentu saja buku-buku yang berkualitas akan muncul menggiring generasi milenial hobi membaca buku menjadi kebutuhan dan manfaat membaca buku antara lain yaitu memperluas ilmu pengetahuan, dapat meningkatan prestasi, menghindari diri dari kebodohan maka dari hal terpenting yang perlu diperhatikan generasi milenial adalah mereka harus mau menumbuhkan rasa minat membaca karena dengan membaa kita akan mendapatkan banyak manfaat
C. Kategori
            Dalam permasalahan artikel diatas dapat dikategorikan artikel tersbut merupakan mutu pendidikan karena minat baca siswa akan sangat mempengaruhi mutu pendidikan karena pada dasarnya pendidikan sangat memerlukan membaca untuk bisa memahami apa yang sedang ia pelajari. Sesorang yang sangat gemar membaca sebagian besar ia memiliki cukup ilmu karena membaca dapat memperluas wawasan begitu juga sebaliknya jika sesorang tidak gemar membaca maka sedikit pula wawasanya. Jika minat baca di Indonesia semakin berkurang bisa dibayangkan mutu dari pendidikan di Indonesia akan seperti apa. Maka dari itu artikel ini menurut saya adalah termasuk kategori mutu pendidikan
D. Komentar
            Menurut saya memang saat ini para generasi milenial penerus bangsa memang sangat kurang dalam membaca hal ini dikarenakan gadget yang saat ini lebih banyak dimainkan, mungkin karena membaca itu membosankan jadi bermainkan game lebih di lakukan untuk menghilangkan rasa bosan
            Menurut saya pemerantah seharusnya memberikan kebijakan kepada lembaga pendidikan untuk mengadakan program seperti baca buku setiap seminggu sekali di sekolah misalnya siswa diharuskan membaca buku di hari-har tertentu hal tersebut dilakukan terus menerus hingga siswa mulai terbiasa untuk membaca sehingga rasa kecenderungan untuk membaca akan tumbuh dan minat membaca akan juga naik, mungkin hal tersebut dapat juga mengatasi masalah mutu pendidikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar