A.
Materi
Saya sadari betapa rendahnya minat baca di kalangan generasi muda di era milenium ini, terbukti dari banyaknya sindrome bermain game baik offline maupun online. Pesatnya perkembangan dunia teknologi dengan segala fitur-fiturnya "memanjakan" anak-anak muda membuka sosial media ketimbang membaca buku. Akibatnya nasib buku-buku di perpustakaan tak ubahnya susunan debu sebagai sarang hantu. Membaca adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan. Betul, pesatnya teknologi mengandung kadar informasi. Tageline "satu kali klik, seakan-akan mengelilingi dunia" tepat tersemat dijarjari masa kini.
Saya sadari betapa rendahnya minat baca di kalangan generasi muda di era milenium ini, terbukti dari banyaknya sindrome bermain game baik offline maupun online. Pesatnya perkembangan dunia teknologi dengan segala fitur-fiturnya "memanjakan" anak-anak muda membuka sosial media ketimbang membaca buku. Akibatnya nasib buku-buku di perpustakaan tak ubahnya susunan debu sebagai sarang hantu. Membaca adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan. Betul, pesatnya teknologi mengandung kadar informasi. Tageline "satu kali klik, seakan-akan mengelilingi dunia" tepat tersemat dijarjari masa kini.
Banyak
orang mengatakan bahwa buku jendela dunia. Mengapa demikian? Karena dengan
membaca buku dapat membuka wawasan yang sangat membantu menghargai hasil karya
orang lain. Namun sangat disayangkan, pada zaman sekarang ini, jarang kita
temukan generasi muda yang gemar membaca. Kebanyakan dari mereka disibukkan
berswa foto, lebih memilih bermain games, tak jarang terlihat tertawa sendiri
layaknya "orang gila",
atau jalan-jalan bersama pacar keluar rumah. Dari sekian pesatnya perubahan
konvensional bermigrasi ke sistem online, masih ada juga sebagian dari anak
muda yang menanamkan sikap gemar membaca buku.
Namun pada
kenyataannya, minat baca remaja sekarang ini sangatlah rendah. Padahal, banyak
manfaat yang dapat diperoleh dari membaca. Banyak faktor yang menjadi penyebab
rendahnya minat baca remaja. Salah satunya adalah karena semakin berkembangnya
teknologi. Secara umum, terdapat dua faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya
minat baca siswa yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal
adalah faktor yang berasal dari dalam dirinya sendiri, seperti pembawaan,
kebiasaan dan ekspresi diri. Sementara faktor eksternal adalah faktor-faktor
yang berasal dari luar diri siswa atau faktor lingkungan, baik dari lingkungan
keluarga maupun lingkungan sekolah. Faktor eksternal ini mempengaruhi adanya
motivasi, kemauan, dan kecenderungan untuk selalu membaca. Selain dari faktor
tersebut, masih ada faktor yang mempengaruhi menurunnya minat baca,
yaitu: Teknologi Informasi.
Serbuan
media hiburan seperti Televisi, komputer, gawai pintar dan orang lebih condong
memilih menikmati hiburan dibandingkan dengan membaca buku. Mereka
dirundung "kutu buku"dan malu menyandang gelar itu.
Jika
masing-masing individu menanamkan rasa kesadaran akan pentingnya membaca, tentu
saja ketersediaan buku berkualitas secara otomatis akan menggiring generasi era
milenia hobi membaca buku menjadi kebutuhan.
Manfaat
Membaca:
1. Memperluas ilmu pengetahuan
2. Dengan membaca kita dapat menambah
wawasan.
3. Dapat meningkatkan prestasi.
4. Gemar membaca, dapat membantu
program pemerintah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
5. Dengan membaca generasi era milenium
akan memperoleh pengetahuan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
6. Dengan membaca akan menghindari diri
dari kebodohan.
7. Meningkatkan minat generasi muda
terhadap suatu bidang.
8. Dengan membaca generasi muda dapat
mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar maupun di
seluruh dunia yang mungkin berhubungan ilmu pengetahuan, sehingga dapat
menerapkan dengan kehidupan nyata.
9. Dengan membaca generasi muda dapat
menambah informasi bagi diri sendiri, meningkatkan pengetahuan serta menambah
ide. Jadi jelas pengaruh bacaan sangat besar terhadap peningkatan cara berfikir
pemustakanya.
Hal
terpenting yang harus dilakukan oleh Generasi era millenium ini adalah
menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya membaca. Karena hal
ini akan dapat membawa manfaat yang sangat besar, terutama bagi
pembaca/pemustaka itu sendiri. Teknologi informasi boleh beranak pinak
menggerogoti buku-buku di muka bumi, akan tetapi minat membaca jangan sampai
musnah. Karena membaca akan memberikan dampak positif bagi pengarang atau
penulis dan meningkatkan roda perekonomian secara merata. Dorongan dari
berbagai pihak untuk meningkatkan minat baca sangatlah dibutuhkan, terutama
dari pihak keluarga. Instansi pemerintah/non pemerintah, LSM Pegiat Literasi dan tempatnya menimba ilmu.
B. Rangkuman
Pesatnya perkembangan dunia teknologi yang membuat anak muda
pada zaman sekarang malas untuk membaca buku, mereka lebih senang untuk bermain
gadget. Padahal semakin banyak kita membaca semakin banyak pula informasi yang
dapat kita dapatkan karena buku adalah jendela dunia. Secara umum ada beberapa
factor yang mempengaruhi tinggi rendahnya minat baca siswa yaitu factor
internal yaitu factor diri sendiri dan factor eksternal yaitu lingkungan baik
dari lingkungan keluarga mauun sekolah, factor eksternal ini mempengaruhi
motivasi, kemauan, dan kecenderungan untuk selalu membaca
Jika banyak dari kalangan anak muda
yang gemar membaca tentu saja buku-buku yang berkualitas akan muncul menggiring
generasi milenial hobi membaca buku menjadi kebutuhan dan manfaat membaca buku
antara lain yaitu memperluas ilmu pengetahuan, dapat meningkatan prestasi,
menghindari diri dari kebodohan maka dari hal terpenting yang perlu
diperhatikan generasi milenial adalah mereka harus mau menumbuhkan rasa minat
membaca karena dengan membaa kita akan mendapatkan banyak manfaat
C. Kategori
Dalam permasalahan artikel diatas
dapat dikategorikan artikel tersbut merupakan mutu pendidikan karena minat baca
siswa akan sangat mempengaruhi mutu pendidikan karena pada dasarnya pendidikan
sangat memerlukan membaca untuk bisa memahami apa yang sedang ia pelajari.
Sesorang yang sangat gemar membaca sebagian besar ia memiliki cukup ilmu karena
membaca dapat memperluas wawasan begitu juga sebaliknya jika sesorang tidak
gemar membaca maka sedikit pula wawasanya. Jika minat baca di Indonesia semakin
berkurang bisa dibayangkan mutu dari pendidikan di Indonesia akan seperti apa.
Maka dari itu artikel ini menurut saya adalah termasuk kategori mutu pendidikan
D. Komentar
Menurut saya memang saat ini para
generasi milenial penerus bangsa memang sangat kurang dalam membaca hal ini
dikarenakan gadget yang saat ini lebih banyak dimainkan, mungkin karena membaca
itu membosankan jadi bermainkan game lebih di lakukan untuk menghilangkan rasa
bosan
Menurut saya pemerantah seharusnya
memberikan kebijakan kepada lembaga pendidikan untuk mengadakan program seperti
baca buku setiap seminggu sekali di sekolah misalnya siswa diharuskan membaca
buku di hari-har tertentu hal tersebut dilakukan terus menerus hingga siswa
mulai terbiasa untuk membaca sehingga rasa kecenderungan untuk membaca akan
tumbuh dan minat membaca akan juga naik, mungkin hal tersebut dapat juga
mengatasi masalah mutu pendidikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar