Minggu, 01 Desember 2019

Problematika Efisiensi Pendidikan yang Ada di Indonesia

Penulis: Manarul Hidayat, 5 Februari 2019
Pada hakikatnya masalah efisiensi adalah masalah pengelolaan pendidikan, terutama dalam pemanfaatan dana dan sumber daya manusia.
Efisiensi sendiri  artinya dengan menggunakan tenaga dan biaya sekecil-kecilya dapat diperoleh hasil yang sebesar-besarnya. Jadi, sistem pendidikan yang efisien ialah dengan tenaga dan dana yang terbatas dapat dihasilkan sejumlah besar lulusan yang berkualitas tinggi. Oleh sebab itu, keterpaduan pengelolaan pendidikan harus tampak diantara semua unsur dan unit, baik antar sekolah negeri maupun swasta, pendidikan sekolah maupun luar sekolah, antara lembaga dan unit jajaran departemen pendidikan dan kebudayaan.
Para ahli banyak mengatakan bahwa sistem pendidikan sekarang masih kurang efesien. Hal ini tampak dari banyaknya anak yang drop-out, banyak anak yang belum dapat pelayanan pendidikan, banyak anak yang tinggal kelas, dan kurang dapat pelayanan yang semestinya bagi anak-anak yang lemah. 
Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk menemukan cara agar pelaksanaan pendidikan menjadi efisien. Masalah efisiensi pendidikan mempersoalkan bagaimana suatu sistem pendidikan menggunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan yang semestinya. Jika penggunaanya hemat dan tepat sasaran dikatakan efesiensinya tinggi. 
Beberapa masalah efisiensi pendidikan yang penting sebagai berikut:
1. Bagaimana tenaga pendidikan di indonesia difungsikan dengan baik
2. Bagaimana prasarana dan sarana pendidikan di indonesia digunakan dengan benar
3. Bagaimana pendidikan di indonesia diselenggarakan dengan semestinya.
Masalah penempatan guru, khususnya guru di bidang mipa dan bahasa, sering mengalami kekurangan, tidak disesuaikan dengan kebutuhuhan di lapangan. 
Suatu sekolah menerima guru baru dalam bidang mipa dan bahasa yang sudah cukup atau bahkan sudah kelebihan, sedang guru dalam bidang lainnya  yang dibutuhkan, tidak diberikan karena terbatasnya jatah pengangkatan sehingga ditempatkan di daerah sekolah-sekolah tertentu, seorang guru bidang mipa dan bahasa harus merangkap sekaligus mengajarkan bidang studi diluar kewenangannya, meskipun persediaan tenaga yang direncanakan secara makro telah mencukupi kebutuhan, namun mengalami masalah penempatan karena terbatasnya jumlah yang dapat diangkat dan sulitnya menjaring tenaga kerja yang tersedia didaerah terpencil. 
Masalah pengembangan tenaga kependidikan di lapangan biasanya terlambat, khususnya pada saat detik-detik hadirnya kurikulum baru. Dapat dikatakan umumnya penanganan pengembangan tenaga pelaksana di lapangan sangat lambat. Padahal proses pembekalan untuk dapat siap melaksanakan kurikulum baru sangat memakan waktu. Akibatnya terjadi kesenjangan antara saat di rencanakan berlakunya kurikulum dengan saat mulai dilaksanakan  dan pendidikan berlangsung kurang efisien dan efektif.
B. Rangkuman
Pada hakikatnya masalah efisiensi adalah masalah pengelolaan pendidikan, terutama dalam pemanfaatan dana dan sumber daya manusia.Efisiensi sendiri  artinya dengan menggunakan tenaga dan biaya sekecil-kecilya dapat diperoleh hasil yang sebesar-besarnya. Jadi, sistem pendidikan yang efisien ialah dengan tenaga dan dana yang terbatas dapat dihasilkan sejumlah besar lulusan yang berkualitas tinggi. Oleh sebab itu semua unsur yang ada dalam satuan pendidikan harus mampu mengelola sumber daya yang ada dengan seoptimal mungkin agar terciptanya keefisienan
Banyak anak yang drop-out, banyak anak yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan, banyak anak yang tinggal kelas adalah contoh ketidak efisienanya pendidikan. Masalah efisiensi pendidikan mempersoalkan bagaimana suatu sistem pendidikan menggunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan yang semestinya. Jika penggunaanya hemat dan tepat sasaran dikatakan efesiensinya tinggi
Kelebihan guru di satu mapel juga merupakan ketidak efisiennya pendidikan karena hal tersebut akan membuat guru di mata pelajaran lain akan kekurangan. Hal tersebut membuat guru dari bidang studi lain harus merangkap mengajar di bidang studi lainya.
C. Kategori
            Berdasarkan masalah yang diapaparkan pada artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa artikel tersebut termasuk pada kategori efisiensi pendidikan dikarenakan pada artikel tersebut disebutkan suatu sekolah yang mengalami kelebihan guru dalam satu bidang studi hal tersebut termasuk kedalam ketidak efisiensinya pendidikan karena hal tersebut menyebabkan penggunaan anggaran yang semakin banyak untuk menggaji guru-guru tersebut belum lagi jika sekolah tersebut merekrut guru honorer untuk memenuhi kebutuhun guru dalam bidang studi yang kekurangan guru tersebut.
D. Komentar
            Menurut saya sebaiknya pemerintah dalam menempatkan tenanga pendidik di suatu sekolah perlu memperhatikan keahlian guru tersbut dalam bidang studi apa dan memperhatikan jumlah guru yang ada di sekolah tersebut apaah kebutuhan guru di sekolah tersebut mengalami kekurangan atau kelebuhan, dan jik amengalami kekuranagan sekolah tersebut bisa menambahkana dengan guru yang sesuai dengan bidang studi yang kurang guru hal tersebut dapat mengehmat biaya karna sekolah tidak perlu merekrut guru honorer 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar