Penulis: Manarul Hidayat, 5 Februari
2019
Pada hakikatnya masalah efisiensi adalah masalah pengelolaan
pendidikan, terutama dalam pemanfaatan dana dan sumber daya manusia.
Efisiensi sendiri artinya dengan menggunakan tenaga
dan biaya sekecil-kecilya dapat diperoleh hasil yang sebesar-besarnya. Jadi,
sistem pendidikan yang efisien ialah dengan tenaga dan dana yang terbatas dapat
dihasilkan sejumlah besar lulusan yang berkualitas tinggi. Oleh sebab itu,
keterpaduan pengelolaan pendidikan harus tampak diantara semua unsur dan unit,
baik antar sekolah negeri maupun swasta, pendidikan sekolah maupun luar
sekolah, antara lembaga dan unit jajaran departemen pendidikan dan kebudayaan.
Para ahli banyak mengatakan bahwa sistem pendidikan sekarang
masih kurang efesien. Hal ini tampak dari banyaknya anak yang drop-out, banyak
anak yang belum dapat pelayanan pendidikan, banyak anak yang tinggal kelas, dan
kurang dapat pelayanan yang semestinya bagi anak-anak yang lemah.
Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk menemukan cara
agar pelaksanaan pendidikan menjadi efisien. Masalah efisiensi pendidikan
mempersoalkan bagaimana suatu sistem pendidikan menggunakan sumber daya yang
ada untuk mencapai tujuan pendidikan yang semestinya. Jika penggunaanya hemat
dan tepat sasaran dikatakan efesiensinya tinggi.
Beberapa masalah efisiensi pendidikan yang penting sebagai
berikut:
1.
Bagaimana tenaga pendidikan di indonesia difungsikan dengan baik
2.
Bagaimana prasarana dan sarana pendidikan di indonesia digunakan dengan benar
3.
Bagaimana pendidikan di indonesia diselenggarakan dengan semestinya.
Masalah penempatan guru, khususnya guru di bidang mipa dan
bahasa, sering mengalami kekurangan, tidak disesuaikan dengan kebutuhuhan di
lapangan.
Suatu sekolah menerima guru baru dalam bidang mipa dan
bahasa yang sudah cukup atau bahkan sudah kelebihan, sedang guru dalam bidang
lainnya yang dibutuhkan, tidak diberikan karena terbatasnya jatah
pengangkatan sehingga ditempatkan di daerah sekolah-sekolah tertentu, seorang
guru bidang mipa dan bahasa harus merangkap sekaligus mengajarkan bidang studi
diluar kewenangannya, meskipun persediaan tenaga yang direncanakan secara makro
telah mencukupi kebutuhan, namun mengalami masalah penempatan karena terbatasnya
jumlah yang dapat diangkat dan sulitnya menjaring tenaga kerja yang tersedia
didaerah terpencil.
Masalah pengembangan tenaga kependidikan di lapangan
biasanya terlambat, khususnya pada saat detik-detik hadirnya kurikulum baru.
Dapat dikatakan umumnya penanganan pengembangan tenaga pelaksana di lapangan
sangat lambat. Padahal proses pembekalan untuk dapat siap melaksanakan
kurikulum baru sangat memakan waktu. Akibatnya terjadi kesenjangan antara saat
di rencanakan berlakunya kurikulum dengan saat mulai dilaksanakan dan
pendidikan berlangsung kurang efisien dan efektif.
B. Rangkuman
Pada hakikatnya masalah efisiensi adalah masalah pengelolaan
pendidikan, terutama dalam pemanfaatan dana dan sumber daya manusia.Efisiensi
sendiri artinya dengan menggunakan tenaga dan biaya sekecil-kecilya dapat
diperoleh hasil yang sebesar-besarnya. Jadi, sistem pendidikan yang efisien
ialah dengan tenaga dan dana yang terbatas dapat dihasilkan sejumlah besar
lulusan yang berkualitas tinggi. Oleh sebab itu semua unsur yang ada dalam
satuan pendidikan harus mampu mengelola sumber daya yang ada dengan seoptimal
mungkin agar terciptanya keefisienan
Banyak anak yang drop-out, banyak anak yang belum
mendapatkan pelayanan pendidikan, banyak anak yang tinggal kelas adalah contoh
ketidak efisienanya pendidikan. Masalah efisiensi pendidikan mempersoalkan
bagaimana suatu sistem pendidikan menggunakan sumber daya yang ada untuk
mencapai tujuan pendidikan yang semestinya. Jika penggunaanya hemat dan tepat
sasaran dikatakan efesiensinya tinggi
Kelebihan guru di satu mapel juga merupakan ketidak
efisiennya pendidikan karena hal tersebut akan membuat guru di mata pelajaran
lain akan kekurangan. Hal tersebut membuat guru dari bidang studi lain harus
merangkap mengajar di bidang studi lainya.
C. Kategori
Berdasarkan masalah yang diapaparkan
pada artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa artikel tersebut termasuk pada
kategori efisiensi pendidikan dikarenakan pada artikel tersebut disebutkan
suatu sekolah yang mengalami kelebihan guru dalam satu bidang studi hal
tersebut termasuk kedalam ketidak efisiensinya pendidikan karena hal tersebut
menyebabkan penggunaan anggaran yang semakin banyak untuk menggaji guru-guru
tersebut belum lagi jika sekolah tersebut merekrut guru honorer untuk memenuhi
kebutuhun guru dalam bidang studi yang kekurangan guru tersebut.
D. Komentar
Menurut saya sebaiknya pemerintah
dalam menempatkan tenanga pendidik di suatu sekolah perlu memperhatikan
keahlian guru tersbut dalam bidang studi apa dan memperhatikan jumlah guru yang
ada di sekolah tersebut apaah kebutuhan guru di sekolah tersebut mengalami
kekurangan atau kelebuhan, dan jik amengalami kekuranagan sekolah tersebut bisa
menambahkana dengan guru yang sesuai dengan bidang studi yang kurang guru hal
tersebut dapat mengehmat biaya karna sekolah tidak perlu merekrut guru honorer
Tidak ada komentar:
Posting Komentar